Monthly Market Summary Maret 2026
Pada Maret 2026, anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN 2026) mencatat defisit sebesar 240 triliun Rupiah. Belanja pemerintah telah mencapai 12,85% dari target (493,8 triliun Rupiah, tingkat inflasi turun menjadi 3,5% YoY, dan PMI tetap berada di level ekspansif di 50,1. Obligasi pemerintah Indonesia (SUN) dalam Rupiah mengalami tekanan yang cukup signifikan, dengan indeks turun 2,1% secara month-to-date (MTD). Obligasi pemerintah Indonesia dalam USD mencatatkan kinerja yang lebih lemah. Secara valuasi, sovereign risk premium mulai menjadi lebih menarik dibandingkan rata rata historisnya. IHSG terkoreksi sebesar 14.41% dan arus modal asing selama YTD per akhir Maret 2026 mengalami outflows sebesar 32 triliun Rupiah. Salah satu trigger dari outflows tersebut adalah masih tingginya ketidakpastian global khususnya dari sisi energy shock atau uncertainty yang muncul dari geopolitical risk. Simak selengkapnya dalam Monthly Market Summary bulan Maret 2026 berikut.

