Monthly Market Summary Januari 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan momentum positif di awal 2026, dengan GDP 4Q25 naik ke 5,4% YoY dan inflasi Januari meningkat ke 3,5% seiring efek musiman. PMI tetap ekspansif dan surplus perdagangan 2025 mencapai USD 60,8 miliar. Di pasar obligasi, yield INDOGB naik dan kinerja Januari melemah, sementara Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi Negative namun mempertahankan rating Investment Grade BAA2. Pasar saham tertekan sentimen MSCI, mendorong IHSG turun 3,67% MoM dan mencatat outflow asing, meski saham-saham berbasis emas menguat. Dengan valuasi yang kini lebih menarik, stimulus yang meningkat, serta pemulihan laba emiten besar, pasar Indonesia berpotensi mencatat return dua digit di 2026, terutama pada sektor logam industri, konsumsi pokok, dan non-pokok.

Simak pembahasan selengkapnya di video berikut.